Iklan Edoy

Warga Minta Atensi Kapoldasu di Penanganan Kasus Dugaan 2 Oknum DPRD Medan Aniaya Warga

MEDAN – Polisi diminta tidak tebang pilih dalam penanganan kasus penganiayaan yang diduga dilakukan 2 oknum anggota DPRD Medan, David Roni Sinaga dan Habiburahman Sinuraya, di tempat hiburan malam. Apalagi kasus itu telah dilaporkan sejak November 2022 lalu.

Iklan Dedi

Kedua oknum dewan, bersama seorang warga lainnya, dilaporkan Khalik atas tindakan kekerasan yang dialaminya di tempat hiburan malam, High5 & Lounge. Korban melapor ke Polsek Medan Baru dengan nomor STTPL/B/1182/XI/2022/SPKT SEK MDN BARU, pada 5 November 2022 lalu. Hingga kasus itu kemudian ditarik Polrestabes Medan.

“Penegakan hukum jangan hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Kasus pencurian yang dilakukan warga biasa, cepat ditangani. Tapi kasus yang dilakukan anggota dewan yang diduga aniaya warga, justru berlarut-larut tanpa status hukum,” seru warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kota Medan saat menggelar aksi unjuk rasa damai di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapoldasu), Jl Tj Morawa, Senin (13/3/2023) pagi.

Iklan Edoy

Massa mendesak Kapoldasu, Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak MSi, memberi atensi khusus terhadap proses hukum kasus tersebut yang saat ini sedang ditangani Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan.

“Sudah 4 bulan sejak kasus dugaan penganiayaan ini dilaporkan ke polisi. Namun belum ada ketetapan hukum terhadap para terlapor. Apakah karena terlapor berstatus anggota dewan, sehingga penegakan hukum menjadi tumpul,” seru Syaiful, koordinator aksi.

Mereka berharap proses hukum yang adil, tidak diperjualbelikan dan tidak berpihak, sehingga menodai rasa keadilan.

“Mengkhawatirkan. Bahkan di saat pra rekonstruksi yang dilakukan pihak Polrestabes Medan beberapa waktu lalu, aksi premanisme juga terjadi terhadap wartawan. Peristiwa justru terjadi ketika polisi berada di sekitar lokasi,” ungkap warga dalam aksi tersebut.

Massa dalam tuntutannya meminta Kasat Reskrim Polrestabes Medan melanjutkan proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Bertindak profesional, tidak memihak dan menjunjung semangat Polri Presisi,” ucap Syaiful.

Aksi yang sempat diwarnai hujan itu, akhirnya berakhir ketika perwakilan warga diterima Poldasu.

Massa menegaskan akan terus mengawal kasus ini. Bila tidak ada tindak lanjut dari proses hukum kasus tersebut, mereka berjanji akan datang kembali dengan jumlah lebih besar, dan siap melaporkan kasus ini ke tingkat lebih tinggi. (Red)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.